Memahami Kompleksitas Kemiskinan di Perkotaan dari Kebijakan Publik dalam Perspektif Sosial
Published 2025-06-29
Copyright (c) 2025 M. Ilham Nurhakim (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract
Kesehatan juga menjadi isu krusial dalam konteks kemiskinan di perkotaan. Masyarakat miskin seringkali tidak memiliki akses yang memadai terhadap layanan kesehatan, baik karena biaya yang tinggi maupun jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan publik saat ini mempengaruhi akses masyarakat miskin di perkotaan terhadap layanan dasar seperti perumahan, pendidikan, dan Kesehatan dan untuk mengetahui persepsi dan pengalaman masyarakat miskin di perkotaan terhadap kebijakan publik yang diterapkan dalam lingkungan tempat mereka tinggal. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan faktor sosial seperti aksesibilitas terhadap layanan dan sumber daya, jaringan sosial, diskriminasi, dan partisipasi masyarakat juga berperan penting dalam menentukan bagaimana kebijakan publik berdampak pada masyarakat miskin di perkotaan. Aksesibilitas yang terbatas dan ketimpangan sosial menciptakan penghalang signifikan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan perumahan yang layak, pendidikan berkualitas, dan layanan kesehatan yang memadai. Selain itu, diskriminasi dan eksklusi sosial juga memperburuk kondisi kemiskinan di perkotaan, dengan banyak masyarakat miskin yang merasa terpinggirkan dari akses terhadap layanan publik dan kesempatan ekonomi. Kesimpulan penelitian ini yaitu kebijakan publik di perkotaan telah memberikan dampak positif dalam beberapa aspek, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai keadilan sosial yang lebih luas. Pembuat kebijakan perlu lebih melibatkan masyarakat miskin dalam perumusan kebijakan, memperkuat pelayanan publik yang inklusif, serta memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat miskin di perkotaan.