Peran Kecerdasan Emosional dan Muatan Etika dalam Mempengaruhi Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi
Published 2025-06-29
Copyright (c) 2025 Candra Dwi Aprida, Eka Imbia Agus Diartika (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract
Pelanggaran etika merupakan masalah signifikan di berbagai sektor, termasuk bisnis dan pendidikan. Kasus-kasus seperti manipulasi laporan keuangan di Enron, WorldCom, dan Garuda Indonesia menggambarkan dampak buruk dari pelanggaran etika. Di bidang pendidikan akuntansi, kurangnya penekanan pada pendidikan etika memperburuk masalah ini. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku etis adalah kecerdasan emosional, yang penting dalam pengelolaan emosi dan pengambilan keputusan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kecerdasan emosional dan integrasi etika dalam pendidikan akuntansi terhadap persepsi etis mahasiswa. Berdasarkan teori perkembangan moral Kohlberg, yang menghubungkan perkembangan moral dengan kecerdasan emosional, penelitian ini menilai bagaimana pengenalan diri, pengendalian diri, dan empati berpengaruh terhadap persepsi mahasiswa tentang etika profesional. Dengan metode kuantitatif dan analisis regresi linier berganda, penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan emosional tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi etis mahasiswa. Namun, integrasi etika dalam pendidikan akuntansi terbukti berpengaruh positif terhadap persepsi etis mahasiswa. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengajaran etika yang terintegrasi dalam kurikulum untuk membentuk persepsi etis yang lebih baik. Penelitian ini juga memberikan wawasan baru tentang peran kecerdasan emosional dalam pembentukan perilaku etis mahasiswa.